jual beli harus suka sama suka ber menfaat dan menyempurnakan takaran



gaharu

Gaharu atau damar adalah kayu yang berwarna kehitaman dan mempunyai kandungan resin khas yang dihasilkan sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama malaccensis. Resin ini menfaatkan dalam industri parfum dan setanggi karena memiliki aroma harum. Gaharu dari awal era modern sudah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara persia, keIndia, Jazirah Afrika Timur, serta arab. Berdasarkan studi dari Ng et al. Th1997, diketahui beberapa jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu jika terinfeksi oleh kapang gaharu:
1. just for widening coloum Aquilaria subintegra, berasal dari Thailand
2. Aquilaria crassna asal kamboja, Thailand, dan malaysia
3. Aquilaria malaccensis, berasal dari Malaysia, india dan Thailand.
4. Aquilaria apiculina, berasal Filippina
5. Aquilaria baillonii, asal kamboja dan Thailand
6. Aquilaria baneonsis, berasal Vietnam
7. Aquilaria beccarain, dari Indonesia
8. Aquilaria brachyantha, dari Malaysia just for widening coloum
9. Aquilaria cumingiana, dari Indonesia dan Malaysia
10. Aquilaria filaria, dari China
11. Aquilaria grandiflora, dari China
12. Aquilaria hilata, asal Malaysia dan indonesia
13. Aquilaria khasiana, dari India
14. Aquilaria microcarpa, asal Malaysia indonesia
15. Aquilaria rostrata, dari Malaysia
16. Aquilaria sinensis, dari Cina
Proses terbentuknya Gaharu dihasilkan oleh tanaman sebagai respon daripada masuknya mikroba ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tumbuhan berkayu bisa disebabkan secara alami sebab adanya cabang dahan yang patah ataupun kulit terkelupas, atau secara sengaja dengan cara pengeboran dan penggergajian. Masuknya mikroba pada jaringan tanaman dianggap sebagai benda lain sehingga sel tanaman menghasilkan suatusenyawa fitoaleksin yang fungsinya sebagai pertahanan dari penyakit atau patogen. Senyawa fitoaleksin itu dapat berupa resin berwarna coklat serta beraroma harum, dan menumpuk di pembuluhxilem dan floem guna mencegah meluasnya luka ke yang jaringan lain. Tapi, jika mikroba yang menginfeksi tumbuhan dapat mengalahkan sistem pertahanannya maka gaharu tidak dapat terbentuk dan bagian tanaman yang terluka dapat membusuk. Ciri dari bagian tanaman yang sudah menghasilkan gaharu ialah apbila kulitbatang menjadi lunak, tajuk tanaman tampak menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau bisa juga penebalan pada bagian batang dan cabang tanaman. Senyawa gaharu bisa menghasilkan aroma yang harum sebab mengandung senyawa guia dienal, selina-dienone, dan juga selina dienol. Untuk kebutuhan komersil, masyarakat mengebor batang tumbuhan penghasil gaharu dan memasukkan inokulumcendawan ke batangnya. Setiap spesies tumbuhan penghasil gaharu mempunyai mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam jumlah cukup besar. contohnya cendawan yang bisa digunakan sebagai inokulum ialah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani,Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium atau Chepalosporium sp. Nilai ekonomi Gaharu diperdagangan dengan harga jualnya yang cukup tinggi terutama untuk gaharu dari famili Themeleaceae dengan jenis Aquilaria spp. yang didalam dunia perdangangan disebut-sebut sebagai gaharu beringin. Untuk jenis tumbuhan gaharu dengan nilai jual yang relatif rendah, biasanya disebut gaharu buaya. Selain ditentukan dari tanaman penghasilnya, kualitasnya juga ditentukan oleh tingginyanya kandunganresin pada jaringan kayunya. Semakin banyak kandungan resin di dalam gaharu maka harga gaharu itu akan semakin mahal dan begitu juga sebaliknya. Pada umumnya perdagangan gaharu dikelompokkan menjadi tiga kelas besar, diantaranya gubal gaharu, kemedangan, dan abu. Gubal merupakan kayu berwarna hitam atau hitam kecoklatan dan diperoleh dari bagian pohon penghasil gaharu yang memiliki kandungan damar wangi beraroma kuat. Kemedangan adalah kayu gaharu dengan kandungan damar wangi dan aroma yang lemah serta memiliki penampakan fisik berwarna kecoklatan sampai abu-abu, memilikiserat kasar, dan kayu lunak. Kelas terakhir adalah abu gaharu yang merupakan serbuk kayu hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu Pengolahan Minyak Gaharu Sebelum dijadikan bahan baku parfum, gaharu harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkanminyak dan senyawa aromatik yang terkandung di dalamnya. Sebagian kayu gaharu dapat dijual ke ahli penyulingan minyak yang biasanya menggunakan teknik distilasi uap atau air untuk mengekstraksi minyak dari kayu tersebut. Untuk mendapatkan minyak gaharu dengan distilasi air, kayu gaharu direndam dalam air kemudian dipindahkan ke dalam suatu tempat untuk menguapkan air hingga minyak yang terkandung keluar ke permukaan wadah dan senyawa aromatik yang menguap dapat dikumpulkan secara terpisah. Teknik distilasi uap menggunakan potongan gaharu yang dimasukkan ke dalam peralatan distilasi uap. Tenaga uap yang menyebabkan sel tanaman dapat terbuka dan minyak dan senyawa aromatik untuk parfum dapat keluar. Uap air akan membawa senyawa aromatik tersebut kemudian melalui tempat pendinginan yang membuatnya terkondensasi kembali menjadi cairan. Cairan yang berisi campuran air dan minyak akan dipisahkan hingga terbentuk lapisan minyak di bagian atas dan air di bawah. Salah satu metode digunakan saat ini adalah ekstraksi dengan superkritikal CO2, yaitu CO2 cair yang terbentuk karena tekanan tinggi. CO2 cair berfungsi sebagai pelarut aromatik yang digunakan untuk ekstraksi minyak gaharu.