jual beli harus suka sama suka ber menfaat dan menyempurnakan takaran



kota

Kota adalah kawasan pemukiman yang secara fisik ditandai oleh kumpulan rumah-rumah yang memiliki berbagai fasilitas dan mendominasi tata ruangnya untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Arti "kota" yang diterapkan di negara Indonesia mencakup pengertian "city" dan "town" didalam bahasa Inggris. Selain itu juga, terdapat pula kapitonim "Kota" yg merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. "kota" dalam pengertian umum adalah nama jenis, common name. Kota dibedakan secara kontras dari kampung ataupun desa berdasarkan ukurannya, kepemtingan, kepadatan penduduk, atau status hukum. kampung atau desa didominasi oleh lahan terbuka bukan pemukiman. Fungsi dari Kota yang telah maju berkembang mempunyai fungsi dan peranan yang lebih luas lagi diantaranya adalah:


* Sebagai pusat produksi atau production centre. Contoh: Gresik, Surabaya, dan Bontang


* Sebagai pusat perniagaan atau centre of trade and commerce. Contoh: Bandung, jakarta, Hong Kong, Singapura


* Sebagai pusat dari pemerintahan atau political capital. Contohnya: DKI Jakarta ibukota negara Indonesia, Washington DC sebagai ibukota Amerika Serikat, Canberra ibukotanya Australia
* Sebagai pusat kebudayaan atau culture centre. Sebagai Contoh: surakarta dan Yogyakarta
Ciri-ciri fisik kota meliputi beberapa hal sebagai berikut:


* Tersedianya tempat-tempat untuk pertokoan dan pasar


Tersedianya tempat untuk parkir serta Terdapatnya sarana rekreasi dan juga sarana olahraga,


Ciri dari kehidupan kota ialah sebagai berikut:


Adanya pelapisan sosial ekonomi misalnnya perbedaan tingkat pendidikan, tingkat penghasilan dan jenis pekerjaan.


Adanya jarak sosial serta kurangnya toleransi sosial antara warganya.


Adanya penilaian yang berbeda-beda soal suatu masalah dengan mempertimbangankan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan. Warga kota pada umumnya sangat menghargai waktu. Cara bertindak dan berfikir warga kota tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi. Masyarakat kota mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial oleh adanya keterbukaan terhadap pengaruh luar. umumnya masyarakat kota lebih bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai berkurang.


Teori yang melandasi struktur ruang kota yang paling terkenal adalah: Teori Konsentris Teori ini menyatakan bahwa Daerah Pusat Kota atau Central Business District merupakan pusat kota yang terletak tepat di tengah kota dan berbentuk bundar yang merupakan pusat dari kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi pada suatu kota. CBD atau DPK tersebut terbagi atas-2 bagian,

* pertama, bagian paling inti atau Retail Business District (RBD) dengan kegiatan dominan pertokoan, jasa dan perkantoran;


* kedua, bagian di luarnya atau Wholesale Business District (WBD) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan kegiatan ekonomi berskala besar, seperti pasar, pergudangan, dan gedung penyimpanan barang supaya tahan lama.


* Zona pusat daerah kegiatan, yang merupakan pusat pertokoan besar, gedung perkantoran yang bertingkat, museum, hotel, bank restoran dan sebagainya.


zona transisi atau zona peralihan, merupakan daerah kegiatan. Penduduk zona tersebut tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal ataupun sosial ekonomi. Daerah tersebut sering ditemui dikawasan permukiman kumuh yang disebut slum dikarenakan zona ini dihuni oleh penduduk miskin. Namun meskipun demikian sebenarnya zona ini adalah zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan antara pusat kota dengan daerah di luarnya.


Zona permukiman kelas proletar, keadaan perumahannya sedikit lebih baik sebab dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan juga karyawan kelas bawah, ditandai dengan adanya rumah-rumah kecil yang kurang begitu menarik dan rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga besar.


Zona permukiman kelas menengah atau residential zone, merupakan kompleks perumahan karyawan kelas menengah yang mempunyai keahlian tertentu. Rumah-rumah mereka lebih baik dibandingkan kelas proletar.


Wilayah permukiman masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan adanya kawasan elit, perumahan dengan halaman yang luas. Sebagian penduduknya merupakan kaum eksekutif, pengusaha besar, dan pejabat tinggi.


Zona penglaju atau commuters, adalah daerah yang yang memasuki daerah belakang (hinterland) atau termasuk batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota tetapi tinggal di pinggiran.


Teori Sektoral menyatakan bahwa CBD atau DPK mempunyai pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris.

Sektor pusat kegiatan bisnis yang terdiri atas banyaknya bangunan kontor, hotel, bioskop, pasar, bank dan pusat perbelanjaan.


Sektor kawasan perdagangan dan industri ringan.


Sektor kaum murbah atau kaum buruh, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.


Sektor madya wisma atau sektor permukiman kaum menengah.


Sektor permukiman adi wisma, adalah kawasan permukiman golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat. Teori Inti Berganda menyatakan bahwa CBD atau DPK ialah pusat kota yang letaknya relatif di pertengahan sel-sel lainnya dan berfungsi sebagai salah satu growing points.